Selasa, 16 Desember 2008

Tanaman Lanskap di Kebun Raya Bogor

Terdapat di jantung Kota Hujan, Kebun Raya Bogor menyimpan ribuan koleksi tanaman. Koleksi tanaman ini berasal dari seluruh dunia. Kebun Raya Bogor adalah sebuah kebun penelitian besar yang terletak di Kota Bogor, Indonesia. Luasnya mencapai 80 hektar dan memiliki 15.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan yang sebagian besarnya adalah jenis tumbuhan tropis. Umumnya tanaman tropis dapat ditandai berdasarkan bentuk kanopinya yang berlapis-lapis. Pada kanopi tumbuhan tropis ini tampak seperti ada strata atas, strata tengah, dan strata bawah. Sehingga strata-strata pada kanopi tersebut seakan-akan membentuk layer untuk tanaman.
Saat ini Kebun Raya Bogor ramai dikunjungi sebagai tempat wisata, terutama hari Sabtu dan Minggu. Di sekitar Kebun Raya Bogor tersebar pusat-pusat keilmuan yaitu Herbarium Bogoriense, Museum Zoologi, dan IPB. Namun, kebun Raya Bogor sebenarnya bukan hanya sebatas taman. Kalaupun KRB dijadikan tempat rekreasi, hal tersebut hanya untuk mengambil manfaatnya saja.
Selain ribuan koleksi spesies tanaman tropis, di sana juga terdapat perpustakaan, museum hewan, koleksi taman Anggrek, Istana Presiden dan pusat riset dan pengembangan biologi. Ribuan koleksi spesies tanaman tropis itu dikelompokan sesuai dengan jenisnya, misalnya keluarga palem, bambu, atau jahe yang jumlahnya sekitar 60 jenis dan juga pohon-pohon tua. Setiap jenis tanaman yang ada di Kebun Raya Bogor awalnya diseleksi dulu, dan dinilai berdasarkan kriteria tertentu untuk menentukan apakah tanaman tersebut benar-benar bernilai untuk ditanam di sana. Kemudian jenis-jenis tanaman yang sudah mengalami proses seleksi diklasifikasikan sehingga terjadi pengelompokan seperti yang disebutkan tadi. Perpaduan antara kelompok-kelompok jenis tanaman itu dengan berbagai elemen lainnya akan membentuk zonasi-zonasi tertentu.
Dilihat dari karakter total wilayahnya, Kebun Raya Bogor adalah suatu lanskap. Sebagai suatu lanskap, Kebun Raya Bogor merupakan bagian luas dari teritori, homogen untuk beberapa karakter yang dapat membedakan tipe-tipe berdasarkan hubungan antar elemen-elemen baik secara fungsional maupun secara struktural. Perlu diperhatikan bahwa tidak ada lanskap tanpa elemen tanaman. Dapat dikatakan bahwa sumber keindahan pada suatu lanskap ada pada tanamannya. Tanaman itu juga akan memberi kenyamanan dan daya dukung terhadap kehidupan, khususnya bagi pengguna lanskap itu sendiri, pengguna Kebun Raya Bogor. Keindahan itu juga ditentukan oleh jenis-jenis tanaman lanskapnya dan dipengaruhi oleh penataan tanaman di dalam lanskap tersebut. Seleksi, pengelompokan, dan pembentukan zona tertentu (zonasi) adalah bagian dari penataan tanaman dalam lanskap yang diperlukan untuk mengoptimalkan manfaat tanaman dalam menciptakan lanskap yang ideal.
Untuk memudahkan pengenalan tanaman, oleh J. E. Teysmann, Direktur Kebun Raya Bogor ke-3, dahulu menentukan sistem penanaman yang diatur berdasarkan famili tanaman. Misalnya famili Fabaceae, Arecaceae, Myrtaceae, Diptirocarpaceae, dll. Beberapa contoh kelompok jenis tanaman yang ada di Kebun Raya Bogor adalah jenis tanaman merambat (vines), tanaman epifit, rumput, tanaman penutup tanah (groundcover plant), bunga-bungaan, pepohonan, palem-paleman, dan lain-lain. Salah satu kelompok tumbuhan yang sangat menarik adalah tumbuhan merambat. Tumbuhan merambat sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Banyak taman-taman yang indah memiliki ornamen pergola dari tumbuhan merambat. Tidak sedikit tumbuhan merambat yang berbunga indah. Untaian bunga-bunga, dedaunan, dan bahkan buahnya pun seringkali menimbulkan kesan yang romantik. Tumbuhan merambat tidak hanya menarik dari segi estetika. Tapi juga menarik dari segi biologinya, cara perambatannya, pemanfaataannya dalam kehidupan manusia, hingga kearah pembudidayaannya. Tumbuhan merambat telah menjadi koleksi sejak awal berdirinya Kebun Raya Bogor itu sendiri.
Beberapa jenis tanaman lainnya juga memberikan daya tarik yang berbeda pada lanskap KRB. Misalnya rumput-rumput (grass) yang tahan injakan. Rumput merupakan spesies dari famili Poaceae (nama lain dari Graminae), memiliki stolon yang merayap di atas tanah, rhizom atau umbinya berada di bawah tanah. Jenis tanaman penutup tanah (grouncover plant) memiliki percabangan yang banyak, menjalar, atau menganak, tajuknya menutupi tanah dengan rapat. Sementara tanaman epifit mempunyai akar yang menempel pada tanaman lain, akarnya tidak memanjang ke tanah.
Tanaman pohon (tree) juga beragam jenisnya, misalnya pohon pisang, pohon sapu tangan, dan palem-paleman. Tanaman lain yang juga sangat istimewa di Pusat Konservasi Tumbuhan – Kebun Raya Bogor adalah anggrek. Dan sudah ada tempat penelitian, budi daya dan pengembangan tanaman anggrek yaitu di Rumah Anggrek. Anggrek sangat istimewa karena tanaman anggrek ini bernilai komersial dan bernilai langka. Anggrek bernilai komersial selalu jadi prioritas karena prospeknya yang menjanjikan. Sedangkan anggrek bernilai langka biasanya menarik untuk diteliti karena kelangkaan dan keunikannya
Bukan cuma tumbuhan besar saja yang ada di KRB, tetapi pepohonan yang kecil dan sedang dengan bunga-bunga indah pun ada. Di sana juga terdapat bunga Arnoldy rafllesia yang terkenal dengan sebutan bunga bangkai, ada juga bunga fragnant frangipani yang akarnya selalu keluar dari tanah serta bunga lily jawa yang sudah langka. Victoria amazonica merupakan jenis tanaman air yang menarik, dan tanaman ini lebih dikenal sebagai teratai raksasa, berasal dari Amazon Brazilia.
Yang tak kalah menarik adalah adanya pohon besar yang sudah tua dijadikan rumah kelelawar bergelantungan. Kita juga dapat melihat bajing berloncatan dari satu pohon ke pohon lainnya. Binatang lainnya yang juga menjadi bagian dari Kebun Raya Bogor yaitu bermacam-macam burung, kalong, dan lain-lain. Ada beberapa jenis hewan tertentu yang yang memilih jenis pohon tertentu untuk dihinggapi atau untuk dijadikan tempat bersarang.
Berdasarkan ciri-ciri fisik, tanaman dipilih untuk menciptakan fungsi atau penggunaan tertentu. Fungsi tanaman meliputi penggunaan untuk menciptakan kenyamanan, untuk merekayasa kualitas lingkungan, untuk keperluan arsitektural, untuk keindahan, serta untuk usaha budidaya tertentu/usaha konservasi.
Di beberapa tempat di kawasan KRB ada dibangun gazebo. Gazebo ini bisa dijadikan tempat bersantai dan beristirahat sebentar selama berada di dalam KRB. Dengan tampilan yang ciamik dan berestetika, kehadirannya mampu mengundang minat pengunjung atau tamu untuk betah berlama-lama berada di dalam Kebun Raya Bogor. Dengan elemen penunjang tersebut, gazebo menjadi tempat bersantai yang sangat menyenangkan. Bisa jadi gazebo akan menjadi tempat favorit pengunjung. Bangunan gazebo umumnya ada yang dibuat permanen, semipermanen, atau nonpermanen dengan berbagai material dan finishing (penyelesaian akhir) yang berbeda.
Di dekat jalan Astrid terdapat pula tanaman warna hitam, merah dan kuning yang sengaja ditanam untuk mengesankan warna bendera Belgia, sebagai penghormatan terhadap Ratu Astrid yang datang untuk meresmikan bagian taman yang tertunda pada tahun 1928.
Sementara itu, di sekitar Istana Bogor, pengunjung dapat merasakan keteduhan dari deretan pohon Kenari yang rindang, karena memang tadinya, kebun raya merupakan bagian dari halaman istana. Meski sekarang ke dua tempat tersebut dipisahkan, namun pengunjung masih tetap dapat melihat Istana Bogor.
Tanpa meninggalkan aspek ekologi dan budaya, dengan kombinasi semua elemen yang ada di dalamnya dan penataan desain total Kebun Raya Bogor telah direncanakan, dirancang, dan dikelola sebagai Kebun Botani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar